sas.lantip.info

kripton: The Gateway

by salman

Mesin ini bernama kripton menggantikan mesin gateway lama yang tiba-tiba tidak bisa hidup lagi (Update: Ternyata mesin lama – gateway — masih bisa hidup. Tidak diketahui penyebabnya mengapa sempat mati suri.).

Spesifikasi mesin ini adalah:

  • Processor, GenuineIntel Pentium MMX model 4 233.891MHz
  • Memory, 640MB
  • Swap Memory, 384MB
  • Harddisk, SAMSUNG SV2042H 20.4GB
  • Optical Drive, generic ATAPI 48X DVD-ROM drive, 198kB Cache, (U)DMA
  • Graphic Adapter, VGA compatible controller: S3 Inc. 86c764/765 [Trio32/64/64V+] (rev 54)
  • Ethernet Card 1, Ethernet controller: VIA Technologies, Inc. VT6105 [Rhine-III] (rev 86)
  • Ethernet Card 2, Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL-8139/8139C/8139C+ (rev 10)
  • Modem, Hardware Modem Card SupraExpress 56i Voice V.90
  • Operating System, GNU/Linux Debian v5.0.8 Lenny (Linux kripton 2.6.26-1-486 #1 Fri Mar 13 17:25:45 UTC 2009 i586 GNU/Linux)


Fungsi utama mesin ini adalah sebagai gateway untuk jaringan lokal ke Internet dan sekaligus firewall. Koneksi internet menggunakan perangkat lunak pppoe, yang bisa didapatkan dari http://www.roaringpenguin.com/pppoe/. Selain sebagai gateway, juga menjalankan layanan DHCP server dengan software Internet Systems Consortium DHCP Server V3.1.1. DNS cache dengan BIND 9.6.kripton

Menggunakan CPU GenuineIntel Pentium MMX dan dijalankan dengan laju clock 233MHz. Papan utama memiliki 3 buah slot PCI dan 2 buah slot ISA, dan semua slot sudah terpakai.

Sistem operasi diletakkan dalam sebuah harddisk berukuran 20.4GB.

Akses jaringan lewat kabel dilayani dengan dua buah kartu ethernet dengan chipset realtek dan Via Rhine yang gampang didapatkan di pasaran. Didapatkan dengan harga cuma sekitar 15 ribu rupiah saja. Kecepatan transfer data masing-masing kartu jaringan, sesuai dengan informasi dari pabrik adalah 100MBps. Terkoneksi ke Internet menggunakan modem ADSL dalam mode bridge.

Karena mesin ini adalah mesin rakitan, maka cashing yang digunakan pun adalah cashing rakitan yang bisa didapatkan pada masanya. Merk sudah tidak bisa dilacak.

Mesin ini hanya bisa diakses dari jaringan menggunakan layanan SSH. Kabel yang terhubung hanya kabel power dan kabel jaringan yang menuju ke perangkat hub/switch 8 port buatan D-Link.

Mesin ini selalu mengingatkan saya ketika pertama kali belajar sistem operasi GNU/Linux. Saat itu distribusi yang saya pakai adalah RedHat 6.2. Dan kebetulan Video Card yang saya dapatkan adalah S3 engineer release yang sangat bermasalah di Linux pada waktu itu. Dengan kerja keras akhirnya dapat juga mengaktifkan X server di mesin ini.